Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / /

  • Di Tengah Serbuan Impor, Pabrik Baru Rp300 Miliar Ini Jadi Harapan Industri Baja
    Ekonomi | 9 hari lalu
    Di Tengah Serbuan Impor, Pabrik Baru Rp300 Miliar Ini Jadi Harapan Industri Baja

    DIALEKSIS.COM | Subang - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan fasilitas produksi kawat besi galvanis milik PT Beka Wire Indonesia di Subang, Jawa Barat, Selasa (6/5/2026). Kehadiran pabrik baru tersebut diharapkan dapat memperkuat industri logam nasional sekaligus menekan ketergantungan impor produk kawat besi dan baja.

  • Kemenperin Bantah Isu Investasi Seret: 1.236 Pabrik Baru Siap Produksi 2026
    Ekonomi | 3 bulan lalu
    Kemenperin Bantah Isu Investasi Seret: 1.236 Pabrik Baru Siap Produksi 2026

    DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan investasi di sektor industri manufaktur nasional masih tumbuh dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari realisasi kapasitas produksi baru yang siap beroperasi pada 2026 serta berbagai indikator investasi riil lainnya.

  • Daimler Bangun Pabrik Rp500 Miliar di Cikarang, Sinyal Positif bagi Industri Otomotif
    Ekonomi | 11 bulan lalu
    Daimler Bangun Pabrik Rp500 Miliar di Cikarang, Sinyal Positif bagi Industri Otomotif

    DIALEKSIS.COM | Cikarang - Di tengah tantangan ekonomi global, industri otomotif Indonesia terus menunjukkan geliat positif. Hal ini tercermin dari langkah strategis PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) yang meresmikan pabrik baru senilai Rp500 miliar di Kawasan Industri Delta Silicon 8, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (10/6/2025).

  • Impor AC Masih Tinggi, Daikin Bangun Pabrik Baru Rp3,3 Triliun di Indonesia
    Ekonomi | 1 tahun lalu
    Impor AC Masih Tinggi, Daikin Bangun Pabrik Baru Rp3,3 Triliun di Indonesia

    DIALEKSIS.COM | Jakarta - Meski industri elektronik nasional menunjukkan tren positif, neraca perdagangan sektor ini masih mengalami defisit cukup besar. Sepanjang tahun 2024, defisit neraca perdagangan industri elektronika tercatat mencapai USD 16,2 miliar. Nilai impor produk elektronik mencapai USD 25,43 miliar, sementara ekspornya hanya USD 9,23 miliar.